Header Ads

Rupiah Masih Galau atas Dolar Amerika Serikat



BISNISKITA.CO.IN, MAKRO - Memasuki September 2019 rupiah masih galau dengan stag pada level Rp 14.193 per dolar AS. Tak hanya dibuat linglung oleh dolar AS, rupiah juga tak berdaya menghadapi mata uang lainya, seperti euro, dolar Hongkong, yen dan dolar Taiwan.

Seperti dilansir Warta Ekonomi, tak ada istilah 'September Ceria' bagi nilai tukar rupiah di awal pekan ini, Senin (02/09/2019). Sejak awal perdagangan spot, Rupiah dibuat gegana alias gelisah galau merana  dengan terkoreksi 0,01% ke level Rp14.181 per dolar AS.

Saking gegananya, rupiah sempat enggan bergerak alias stagnan di level Rp14.185 per dolar dalam waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya, rupiah kembali terjun ke zona merah hingga minus 0,06% ke level Rp14.193 per dolar AS.

Bukan hanya dolar AS, rupiah juga terpantau melemah di beberapa mata uang lainnya, seperti euro (-0,06%), dolar Hongkong (-0,06%), yen (-0,10%), dan dolar Taiwan (-0,20%).

Beruntungnya, rupiah tak sampai menjadi mata uang terlemah di Asia karena masih dapat unggul terhadap baht (0,22%), yuan (0,15%), dolar Singapura (0,14%), dan won (0,09%).

Asal tahu saja, performa rupiah yang lesu di awal pekan ini dipengaruhi oleh sentimen negatif perang dagang AS-China yang kembali memanas. Bagaimana tidak, rupiah kini menjadi salah satu korban tembakan peluru nyasar atas serangan kenaikan tarif impor yang diluncurkan oleh AS dan China pada akhir pekan kemarin.

Ya, tepat pada Minggu (01/09/2019), Presiden Donald Trump resmi memberlakukan tarif sebesar 15% atas barang China senilai US$110 miliar yang meliputi produk pakaian, sepatu, kamera, dan termasuk produk teknologi terbaru seperti Apple Watch.

Serangan tersebut langsung dibalas oleh China di waktu yang bersamaan. China resmi menaikkan tarif atas produk AS senilai US$75 miliar sebesar 5% hingga 10% yang menyasar 1.717 dari total 5.078 produk AS yang masuk ke China.

Meski Trump mengaku pihaknya akan tetap melanjutkan negosiasi dengan China, serangan  kenaikan tarif tersebut masih akan dilakukan kedua pihak pada pertengahan September mendatang. (KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.