Header Ads

UMKM Butuh Rp 2 Triliun, Negara Cuma Mampu 30 Persen


BISNISKITA.CO.IN, PERMODALAN - Kebutuhan dana untuk mengcover UMKM di Indonesia mencapai Rp 2 triliun, namun negara hanya mampu kurang lebih 30 persen. Sedangkan jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 59,2 juta pelaku.

Deputy Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Ricky Satria pada acara Peluncuran Program Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak 2019 di Jakarta, (23/7/2019) seperti dilansir SWA mengatakan, mereka butuh bantuan keuangan yang saat ini tidak hanya bisa didapatkan dari bank, tapi juga dari pemain nonbank (fintech).

Meski demikian, Ricky mengingatkan bahwa literasi keuangan para pelaku UMKM masih perlu diedukasi sehingga mampu menganalisa perkembangan UMKM, memahami bidang finansial dan lainya yang terkait UMKM.

BI sendiri menjadikan sektor UMKM sebagai kebijakan vital. Sebab pada faktanya sektor UMKM menyumbang 62 persen terhadap Gross Domestik Product di Indonesia.  Setelah sudah stabil,

Menurutnya, pendekatan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kebijakan vital untuk membantu meningkatkan ekonomi nasional, Pasalnya, sektor tersebut menyumbang 62% terhadap Gross Domestic Product di Indonesia.

"Berdasarkan data kami, UMKM butuh dana Rp 2 triliun. Hanya 30% dari kebutuhan tersebut terpenuhi oleh negara. Sisanya didapatkan dari bantuan keuangan nonformal," ujar Ricky.

Diketahui, Kementerian Koperasi dan UKM merilis dari total UMKM sebanyak 59,2 juta terdapat  3,79 Juta UMKM Sudah Go Online. Dan saat ini pemerintah menggagas 8 juta UMKM bakal go online pada 2019. (DBS/KNT)
Diberdayakan oleh Blogger.