Header Ads

Jargon "Pelanggan Adalah Raja" Sudah Tak Berlaku



BISNISKITA.CO.IN, SOSOK - "Pelanggan Adalah Raja", jargon ini cukup dikenal oleh kalangan pebisnis di tanah air dan menjadi jargon, namun bagi pebisnis fesyen sekaligus orang terkaya kedua di dunia versi Majalah Bloomberg, Bernard Arnault jargon tersebut tak berlaku.

Menurut Arnault seperti dilansir WartaEkonomi, bisnis yang ia tekuni merupakan produk barang mewah yang tidak bisa mengandalkan kualitas, tetapi harus membawa nilai sejarah dari produk itu sendiri.

Bukan sekadar menjual, tetapi merupakan seni desainer kelas dunia yang memiliki nilai sejarah tinggi. Itu mengapa jargon "Pelanggan Adalah Raja" tidak berlaku bagi Arnault, sang bos Louis Vitton, sebuah perusahaan fesyen raksasa yang berkantor pusat di Paris, Perancis.

"Kalau memang nurutin kemauan pelanggan, eksklusifitas barang itu tentunya bisa hilang dong," katanya. Dari bisnisnya tersebut, Arnault berhasil menjadi orang terkaya kedua di dunia menyingkirkan Bill Gates.

Sementara itu, dalam sebuah tulisannya, Pakar Marketing Indonesia, Hermawan Kertajaya mengatakan bahwa jargon "Pelanggan Adalah Raja" sudah tidak relefan lagi karena jika posisi itu yang disematkan maka cenderung sewenang - wenang. Posisi yang terbaik adalah jadikan mereka sahabat, bukan raja. (DBS/KNT)
Diberdayakan oleh Blogger.