Header Ads

Hobi Makan Bakso, Eh Malah Jadi Bos Kafe Bakso


BISNISKITA.CO.IN, SOSOK - Jangan sepelekan hobi Anda, karena bisa jadi dari hobi itulah yang akan membawa keberuntungan bagi masa depan Anda. Contohnya Dede Ahmad Taofik, pria asal Desa Batu Bantar, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten yang sukses bisnis bakso karena bermula dari hobi.

Pria yang pernah magang di negara Sukara, Jepang ini sukses menjadi pengusaha dengan brand Bakso Ngeces. Bakso ini cukup terkenal di Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang. Tak heran sejumlah orang penting seperti Bupati Pandeglang, Irna Narulita rajin mampir ke tempatnya.

Taofik mengaku bisnisnya tersebut bermula dari hobi makan bakso. Dari hobinya itu ia terinspirasi untuk bisnis bakso. Dengan tagline Jawara Bakso, Bakso Ngeces yang menjadi brandnya mengantarkan Taofik menjadi pengusaha sukses dalam sektor kuliner.

Konsep bakso yang ia buat berbeda dengan bakso pada umumnya. Ia konsep baksonya dengan modern yaitu bentuk kafe. Dengan membidik pasar kalangan remaja, anak-anak, dewasa, dan keluarga akhirnya Bakso Ngeces menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kabupaten Pandeglang.

“Kenapa dinamai Bakso Ngeces, karena bagi orang yang suka bakso dan nggak keturutan, pasti ngeces, ngiler. Bagi saya, selain nama itu unik ada filosifinya. Produk kita ini harus bikin penasaran dan ngiler, ngeces,” terang Taofik.

Uniknya, bakso yang ia jual berada di dalam tomat apel yang gede, isinya dikasih bakso dengan keju mozarela. "Pokoknya gurih segar, sensasinya di situ. Hitsnya sih bakso beranak setan, inovasi terbaru. Dimasak dengan sambel cabe setan, seger pedes,” terang Taofik.

Taofik mengaku, hal itu dilakukan karena melihat kompetitor yang lumayan padat sehingga harus menghadirkan menu bakso yang inovatif karena saat ini pesaing bakso lebih banyak. Dan inovasinya tersebut membuahkan hasil.

“Jadi dibutuhkan kreativitas dan inovasi karena kita bersaing di red market. Walaupun lokasi Bakso Ngeces jauh dan terpelosok, tapi kalau misalnya unik bikin penasaran, rasa juga terjaga, akhirnya alhamdulilah sampai lima bulan tetap didatangi pengunjung. Konsumen juga beragam, dari Cilegon, Tangerang, Lebak, dan Serang. Karena memang kami gencar promosi di media sosial,” tutur Taufik lagi.

Selain bakso, kata Taofik, ia juga menyediakan aneka minuman, diantaranya aneka jus, mulai alpukat, buah naga, sampai sup durian. Bahkan, aneka kopi pun sedang disiapkan. Menu unggulan yakni sup durian dan es buah. Berbeda dengan sup durian yang ada berisi durian, susu, dan parutan keju, sup durian di sini ditambahkan apem putih khas Cimanuk yang dibakar dan dijadikan isian.

“Sensasinya gigitannya ada, selain tekstur durian itu sendiri,” jelas Taufik. Alasan kafe ini tidak membatasi segmen pengunjung, untuk menyiasati persaingan. Katanya, cukup sulit ditengah persaingan seperti sekarang ini kalau dibatasi. Selain banyak kios bakso, kebetulan di Cimanuk, Pandeglang ini kafe yang pertama.

"Konsep kafe yang nyaman, nggak dibatasi orangtua anak muda atau anak-anak, selain untuk meningkatkan jumlah costumer, supaya nyaman aja berinteraksi di sini,” tukas Taufik. Kafe Baksonya buka tiap hari dari pukul 9 pagi sampai 9 malam saat weekday dan sampai pukul 11 malam saat weekend.

Bagi anda yang suka kuliner bakso, ini tempat yang nyaman untuk menikmati bakso yakni Kafe Bakso Ngeces, di Kampung Pandai,  Desa Batubantar, Kecamatan Cimanuk.  Tempatnya bikin nyaman untuk reonian, keluarga atau sahabat dekat. (WCR/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.