Header Ads

Branding Lembaga Pendidikan, Perlukah?


Sebagian mungkin belum mengetahui apa itu brand? Perlu saya sampaikan lagi disini bahwa brand itu adalah merek, logo, warna, simbol termasuk personality seseorang, itulah brand. Nah, branding sendiri adalah sebuah proses atau aktivitas untuk memperkuat brand tersebut. Jadi bedakan antara brand dan branding.

Sekarang saya masuk ke tema kali ini yaitu apakah perlu lembaga pendidikan melakukan branding? Baik sekarang kita berangkat dari pengertian brand dan branding seperti yang saya jelaskan pada paragrap pertama.

Kalau dilihat dari arti brand, apakah lembaga pendidikan itu brand? Pasti dong. Oleh karena lembaga pendidikan adalah brand maka otomatis perlu melakukan branding. Ada dua fungsi branding, yaitu sebagai pembeda antara brand kita dengan brand lainnya dan kedua untuk memperkuat brand itu sendiri.

Ketika kita menyebutkan lembaga pendidikan maka fikiran kita masih buyar, belum bisa menentukan perguruan tinggi yang dimaksud. Namun ketika menyebutkan lembaga pendidikan Islam maka kita sudah mulai ada kotak fikiran untuk mengarah kepada lembaga tertentu yang berbasis Islam.

Ketika saya sebutkan kampus para sarjana pertanian maka fikiran kita pun mengerucut pada kampus tertentu. Itulah salah satu fungsi branding yaitu sebagai pembeda. Perbedaan ini memudahkan customer dalam konteks pendidikan adalah calon siswa atau mahasiswa.

Calon siswa yang menginginkan sekolah Islam sudah tentu akan sekolah di SD,SMP atau SMA Islam. Calon mahasiswa yang ingin menjadi sarjana pertanian, sudah pasti fokus fikiran kita kali pertama adalah Institut Pertanian Bogor.

Meski banyak kampus yang membuka fakultas pertanian, tetap fikiran kali pertama kita atau kebanyakan orang akan mengarah pada kampus IPB. Apa yang sampaikan dia atas merupakan salah satu fungsi branding yaitu pembeda.

Sekarang kita masuk pada fungsi kedua yaitu memperkuat brand. Dalam dunia apapun selalu ada persaingan termasuk dalam mengelola lembaga pendidikan, apalagi lembaga pendidikan terutama swasta sudah menjadi industri.

Supaya brand lembaga pendidikan kita kuat adalah dengan melakukan branding, yaitu sebuah aktivasi atau proses untuk memperkuat brand lembaga pendidikan tersebut. Sebab kalau brand lembaga pendidikan dibiarkan berjalan tanpa adanya aktivasi branding maka akan sulit berkembang, bahkan cenderung kurang diminati karena dianggap tidak memiliki kelebihan atau keunikan yang bisa menarik perhatian para calon mahasiswa.

Mungkin Anda bertanya bagaimana caranya melakukan branding lembaga pendidikan? Disinilah Anda membutuhkan skil teori komunikasi pemasaran advertising karena teori inilah yang akan membantu Anda dalam melakukan branding.

Dulu, saat saya belum kuliah mengambil jurusan ini tidak mengerti sama sekali apa itu branding, apa itu iklan apalagi teori komunikasi pemasaran. Saya baru paham betapa pentingnya teori ini dalam sebuah aktivitas branding, tanpa kita mengerti teori ini maka sulit untuk melakukan branding secara sistematis.

Ada empat hal dalam komunikasi pemasaran yang nantinya difungsikan untuk melakukan branding, pertama adalah public relation, media, advertising dan event. Keempat hal ini saling terkait dan harus satu nafas sesuai dengan brand yang kita targetkan. Semoga Bermanfaat !

Karnoto
Penulis Buku Speak Brand, Konsultan Brand/WA 0859 210 290 49



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.