Header Ads

Ocid, Bos Tukang Cukur yang Ga Bisa "Nyukur"


BISNISKITA.CO.IN, SOSOK - Di zaman sosial media seperti sekarang ini tidak cukup mengandalkan marketing biasa atau perosnality marketing, tetapi harus berbasis marketing community (pemasaran berbasis komunitas). Inilah yang dilakukan oleh Rosyid Mustofa, Bos Tukang Cukur "Asep Lopang" asal Kota Serang, Propinsi Banten.

Alumnus SMA N 3 Kota Cilegon ini mendirikan Komunitas Pengusaha Muda Banten (KPMB), sebuah komunitas yang diisi para pengusaha muda asal Banten. Di komunitas ini para pengusaha muda akan berbagi ilmu tentang seputar bisnis.

Uniknya, meskipun Ocid menjadi bos bisnis tukang cukur, tapi dia sendiri tidak bisa memiliki keahlian mencukur rambut. Lalu bagaimana ceritanya ia bisnis cukur rambut?. Semula usaha cukur tambut tersebut merupakan milik orang lain, lalu sang pemilik menjualnya dan dibeli oleh Ocid hingga sampai sekarang usaha tersebut masih berjalan.

Tak hanya itu, Ocid, sapaan akrab Rosyid Mustofa pun membuat platform iklan sebagai media untuk promosi para anggota KPM dan para membernya. Komunitas ini didirikan beberapa tahun lalu dan kini anggota selalu bertambah setiap waktu.

Baca Juga:
Unik, Wanita Ini Kendalikan Bisnis di Tempat Tidur
Agis NA, Alumni UGM Jadi Juragan Kambing
Keren, Bocah 8 Tahun Sudah Punya Perusahaan

Media sosial yang saat ini digunakan sebagai jalur utama komunitas ini adalah facebook. Untuk kalangan tertentu sosmed facebook memang dinilai lebih efektif, wajar kalau kemudian facebook dikenal dengan sebutan somsed "Sejuta Umat", karena semua lapisan masyarakat hampir dipastikan memiliki facebook.

Ocid dan beberapa pengurus KPMB sendiri selalu memonitor update di facebook KPBM agar bisa berjalan dengan baik. Sebagai penggagas, Ocid memang getol merawat agar komunitas ini tetap hidup dan membuat program yang aplikatif agar para member bisa menerima keuntungan dari komunitas ini.

Bagi Sekjen GenPro Kota Serang ini, komunitas KPMB diharapkan bisa menjadi sarana belajar, promos dan saling berbagai antar anggota sehingga para pelaku usaha yang bergabung bisa menikmati keuntungan bergabung dengan komunitas ini. (DBS/KNT)
Diberdayakan oleh Blogger.