Header Ads

Pergulatan Perajin Gamelan di Zaman Modern



BISNISKITA.CO.IN, UMKM - Kesenian Gamelan masih hidup ditengah masyarakat Nganjuk, Jawa Timur. Seorang pemilik usaha Gamelan, Mustika Laras yakni Didik Adiyono yang merupakan penerus generasi ke-3.

Kecintaan terhadap Gamelan menghantarkan Didik untuk terus bertahan pada keadaan sekarang, baginya menghidupi Mustika Laras bukan hanya mencari nafkah untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk warga lokal yang bekerja di sana. Mustika Laras terletak di Desa jatirejo, Loceret, Nganjuk, Jawa Timur.
.
Satu set alat musik Gamelan diberi harga 75 - 300 juta, bergantung pada pesanan pembeli juga besaran dan kayu yang digunakan. Dalam satu bulan, ada satu set Gamelan yang dihasilkan, namun jumlahnya bisa bertambah kalau ada pesanan.

Biasanya, kalau jumlah pesanan bertambah, Didik akan menambah jumlah pekerja agar pesanan terpenuhi. Tahun 2018 lalu, Mustika Laras berhasil memenuhi permintaan pasar sebanyak 24 set, dua kali dari jumlah target.
.
Bahan utama pembuatan Gamelan adalah plat besi dan kuningan. Gamelan Nganjuk bukan merupakan satu-satunya daerah penghasil alat musik Gamelan. Di Jawa, Solo merupakan daerah penghasil alat musik Gamelan nomor 1.

Nganjuk menempati posisi nomor 2. Namun hal tersebut bukan berarti Gamelan Nganjuk tidak diminati. Gamelan Nganjuk biasanya dicari oleh mereka yang baru mendalami alat musik Gamelan.
.
Cara pembuatan Gamelan terbilang rumit. Pertama, pengrajin mencampurkan bahan yang sesuai takaran, lalu setelah berbentuk balokan, bahan tersebut dipanaskan dan dibentuk, setelah itu lempengan besi distem nadanya secara manual yakni dengan mencocokan nada dengan alat musik yang sudah ada. Kesenian Gamelan banyak biasanya diundang pada acara pernikahan, musik pengiring wayang, dan lain-lain. (RLS/KNT)
Diberdayakan oleh Blogger.