Header Ads

Covert Selling, Trik Jitu Marketing Saat Ini


Jualan tapi kok tidak seperti jualan, 
ngiklan tapi kok tidak seperti sedang ngiklan? 
Bingungkan maksudnya?

Sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan dan tulisan bahwa pasar selalu mengalami perubahan, bahkan terkadang perubahannya di luar perkiraan kita. Perubahan itu mencakup banyak hal, seperti psikografis ataupun demografis customer. Sebagai seorang pebisnis maka harus bisa membaca perubahan demi perubahan tersebut, jika tidak maka kita akan tertinggal jauh.

Dan salah satu perubahan psikografis customer adalah mereka jenuh, boring dan bosan dengan iklan - iklan yang berseliweran di televisi, radio, iklan outdoor, spanduk, brosur, pamfelt ataupun leaflet. Decline atau kejenuhan customer ini harus kita jawab dicarikan jalan keluarnya, begitulah seorang pengusaha bisa survival dengan perubahan yang begitu cepat akibat adanya teknologi informasi.

Salah satu adaptasi yang sekarang lagi hits menjadi senjata para marketer adalah covert selling, yaitu sebuah strategi marketing dan penjualan yang disamarkan. Jualan tapi tidak seperti sedang jualan, ngiklan tapi tidak seperti sedang ngiklan,kira - kira sederhananya definisi covert selling seperti itu.

Dalam berbagai kesempatan kline saya semangat sekali belajar tentang covert selling karena mereka sudah mempraktikan strategi ini untuk saat ini paling tepat di tengah terjadinya kekacaua tentang iklan yang "menyerang" tanpa tedeng aling - aling dan seringnya mengganggu sebagian customer.

Sudah terbayang kan? kita mau jualan dianggapnya mengganggu hanya gara - gara iklan kita. Aduh, rugi sekali kita. Ketika saya membuat Maharti Brand, sebagai lembaga consultan brand yang salah satunya melayani bagaimana melakukan covert selling, para klien yang menghubungi saya justru lebih semangat belajar tentang covert selling.

Anda mungkin membaca dari awal tulisan ini, lalu contoh teknis covert selling seperti apa? He he he, Anda di atas sudah membaca cerita saya tentang klien yang suka belajar covert selling ke MahartiBrand Consultan kan? Anda di atas juga sudah membaca cerita tentang klien saya yang banyak konsultasi perihal covert selling kan?

Itulah contohnya! Saya melakukan covert selling tentang lembaga konsultan brand saya yaitu MahartiBrand dengan menceritakan perihal tulisan covert selling. Harapan saya dari sini Anda sudah mulai memahami apa itu covert selling.

Jika Anda ingin belajar serius tentang covert selling maka silahkan bisa menghubungi saya ke WhatsApp 0850 210 290 49. Supaya Anda yakin, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu latarbelakang saya maka silahkan Anda pelajari dengan cukup satu klik disini. Semoga tulisan kali ini bisa menambah wawasan dan pencerahan bagaimana kita mengikuti atau adaptasi dengan perubahan psikografis, demografis pasar yang sekarang sedang berkembang.

Sebelum saya akhiri saya ingin menyampaikan satu hal penting bahwa strategi covert selling juga bisa didopsi dalam berbagai bentuk produk, baik itu consumer goods (barang keseharaian), spesalist product. Bahkan dalam produk politik untuk membangun personal branding pun bisa melakukan dengan strategi covert selling.

Salam,
Karnoto
Diberdayakan oleh Blogger.