Header Ads

2019, UMKM Mesti Naik Kelas



BISNISKITA.CO.IN, JAKARTA - Dari 60 juta unik UMKM yang ada di Indonesia baru 8 persen atau setara dengan 3,79 juta pelaku UMKM yang memanfaatkan platform atau berinteraksi dengan marketing sistem online.

Data Badan Pusat Stastisk (BPS) tersebut mengindikasikan bahwa para pelaku UMKM di tanah air masih harus didorong untuk berinteraksi dengan sistem onlin. Hal tersebut menjadi penting mengingat dunia teknologi informasi menjadi jembatan bagi pelaku UMKM untuk bisa naik kelas.

Sebab, fatkanya sektor riil atau UMKM telah memberikan sumbangsih positif bagi penguatan ekonomi Indonesia. Diketahui kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen dengan jumlah UMKM sebanyak 60 juta unit.

Potensi ini akan semakin besar jika mereka sudah familiar untuk berinteraksi dengan dunia online sebebagai platform UMKM untuk bisa menjangkau lebih luas target pasar. Memang sebagian besar para pelaku UMKM masih terkendala teknis, seperti pengetahuan terhadap marketing online, konten pemasaran online dan ketersediaan website produk mereka.

Menurut Karnoto, Founder Maharti Networking, kendala utama para pelaku UMKM yang belum berinteraksi dengan marketing online adalah skill dan kemampuan para pelaku untuk mengelola marketing online.

"Kan ada perbedaan mendasar pada pemasaran online dengan offline, bagaimana cara membuat konten iklan online, bagaimana picture untuk pemasaran online, bagaimana cara bikin toko online, bagaimana cara jualan di marketplace, ini yang masih menjadi kendala mereka," kata Karnoto.

Dikatakan Owner Maharti Food ini, sebagian pelaku UMKM masih melakukan promosi produk online dengan ala kadarnya sehingga konten, foto dan brandingnya terkadang melenceng jauh dari produk yang mereka jual.

"Kami kan ada beberapa klien pelaku UMKM, dari beberapa kasus yang kami temukan rata - rata mereka menghadapi persoalan pengetahuan branding. Padahal branding inilah yang jadi guide pemasaran. Akan kelihatan produk UMKM yang memahami branding dengan yang tidak, untuk kepentingan sesaat mungkin penjualan naik tapi untuk jangka panjang biasanya model UMKM seperti ini akan cepat pada posisi decline (kejenuhan pasar)," kata Founder Maharti Brand Consultan ini. (DBS/KNT)



Diberdayakan oleh Blogger.